Kamis, 10 Februari 2011

“Petualangan di Rumah Hantu”

Kupersembahkan untuk temanku, Rahma, Zainab, Faiza, Anindya dan Tiara.

Di taman..
“Kalian tahu tidak rumah di desa seberang itu??” tanya Rara sambil duduk di bangku taman.
“Aku tahu! Aku pernah di beritahu temanku. Katanya, orang yang masuk ke dalam rumah itu akan tidak bisa keluar…” kata Riri.
“Ah.. seram banget! Aku jadi penasaran..” kata Rira. Mereka bertiga itu saudara kembar… mukanya juga mirip..
“Beritanya sudah sampai ke tv-tv lho..” kata Riri.
“Katanya sih ya.. nama rumah itu rumah hantu.. soalnya, dulu ada orang tinggal disana, suatu hari ia meninggal dengan cara misterius. Setelah diperiksa, dokter yang memeriksa orang tersebut mengatakan, bahwa orang yang meninggal itu mati dengan cara tertawa. Karena tertawa orang itu mati. Dan mayat itu diberi nama hantu mati ketawa.. katanya lagi, hantu mati ketawa tuh suka muncul di dalam rumah itu setiap hari Jumat.” kata Rira. Rara mengerutkan kening. Masa sih??
“AH! Rira bohong!” kata Rara tak percaya.
“Betul kok! Aku tak bohong.. lagipula, ngapain bohong? Nanti dosa lo..” kata Rira.
“Bagaimana kalau kita selidiki, pasti seru!!” kata Riri tiba tiba.
“Riri!?!”
“Riri, jangan macem-macem deh! Kata Rara.
“Nggak papa kali.. kan supaya kita tahu rumah itu. Apa benar ada hantu mati ketawa?” tanya Riri.
“Sekarang kan hari Jumat!” kata Rira.
“Ya udah deh.. sebenernya aku mau aja kesana.. tapi jangan nyesel ya Ri, kalau kita nggak bisa keluar dari rumah itu! Pasti rumah itu sudah berdebu dan usang! Kau kan takut tempat yang berdebu!” kata Rara.
“Ya deh.. aku juga ikut.. tapi kapan nih enaknya.?” Tanya Rira.
“Malam nanti??” tanya Riri.
“AYO!” kata mereka semua.
“Gitu dong.. kompak” kata Riri. Senyum lebar tersungging di bibirnya.
Malam itu..
Mereka sedang sibuk mempersiapkan semuanya untuk dibawa ke rumah hantu itu.
“Bawa baju ganti ya..” kata Riri sambil mencatat di buku notenya.
“Iya…” kata Rara dan Rira serempak. 10 menit kemudian, mereka sudah siap.
“Udah.. yuk berangkat!” kata Rira.
“Aku belum masukin bekalku! Tunggu!” kata Rara.
“Ya.. baiklah.. kami berdua menunggu..” kata Riri. Setelah itu, muncullah Rara dengan tas ranselnya.
“AYO BERANGKAT!”
Di depan rumah hantu..
“Ih serem!” kata Rira.
“Udah yuk! Langsung aja kita masuk..” kata Rara.
Sementara itu..
“Hei kamu! Hantu mati ketawa!” kata seseorang. Lalu, hantu mati ketawa langsung menghadap kepada orang itu.
“Ya, yang mulia?” tanya hantu mati ketawa.
“Aku melihat lewat radio ini, seperti ada yang mau mengincar kita” kata orang itu lagi. Rupanya ia adalah Miss Pauli! Ialah yang menyuruh untuk hantu mati ketawa melakukan sesuatu. Atau, Miss pauli lah yang mengendalikan hantu mati ketawa!
“Lalu?” tanya hantu mati ketawa lagi.
“Takut-takutilah anak itu.. sementara kau takut-takuti anak itu, aku akan mengambil seorang anak yang bernama R-A-R-A!” kata Miss Pauli.
“Baiklah!” kata hantu mati ketawa sambil keluar dari sarangnya.
Di dalam rumah hantu..
“Eh! Tempatnya serem ya..” kata Rara.
“Kalau begitu aku paling belakang sajalah..” kata Rara lagi.
“Iya nih.. lagian, Riri sih ada-ada saja! Pake minta kesini segala.. emang kita the dektektif yang kayak di buku mu??” tanya Rira kepada Riri.
“Sssttt!! Aku mendengar sesuatu!” kata Riri. Lalu tiba-tiba, muncullah sebuah suara. Suaranya seperti:
“ngik..ngik..ngik..ngik.. mati ketawa! Mati ketawa!” semuanya langsung berteriak.
“HANTU MATI KETAWA!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!” kata mereka semua. Tak lama, muncullah hantu mati ketawa.
“Hahahaha!! Kalian semua tidak bisa keluar! Anak kecil..” kata hantu mati ketawa menakut-nakuti. Mereka semua mundur, mundur dan mundur hingga, BRUK! Sudah mentok!
“Heh! Rara! Mundur lagi! Aku masih takut!” kata Riri.
“Tapi sudah mentok!!” kata Rara yang berada di barisan paling belakang. Ia melihat kebelakang. Tiba-tiba ada yang menutup mulut Rara. Dan membawa Rara pergi jauh. IALAH MISS PAULI!
“Hahhahaa… anak kecil! Aku menang! Dan jangan berharap kau akan menang! Aku sudah mendapatkan teman kecilmu ini! Hahahahahaha..” kata orang yang menutup mulut Rara sambil tertawa. Riri sambil menangis berkata:
“Bebaskan! Siapa kau?! Beraninya mengambil saudara kami!” kata Riri marah.
“Hohohoho.. kau belum kenal ya?? Ok.. ok.. namaku Pauli Laila.. panggil aku Miss Pauli. Aku lah yang menguasai hantu mati ketawa.. dan jangan berharap akan mendapatkan anak ini, bodoh!” kata Miss Pauli membawa pergi Rara. Hantu mati ketawa pun ikut pergi bersama Miss Pauli yang jahat itu.
“Hei, Pauli JELEK! Jangan ambil saudara kami! PAULI JELEK!” kata Rira mengejek Miss Pauli. Tapi sayang. Miss Pauli bersama hantu mati ketawa sudah pergi.
“Ayo! Kita cari Rara!” kata Riri bersemangat. Akhirnya mereka mencari dengan semangat.
Di tempat persembunyian Miss Pauli..
Miss Pauli sedang mengikat tali agar Rara tidak bisa kemana-mana.
“Lepaskan aku!” kata Rara berusaha melepaskan ikatan Miss Pauli.
“Tidak akan! Anak bodoh! Jangan berharap teman kecil kamu yang pendek-pendek sependek semut itu menolong mu!” kata Miss Pauli. Tak lama, ada suara yang sangat nyaring. GEDOBRAK! Ada yang mendobrak pintu tempat persembunyian Miss Pauli!
“Lepaskan Rara!” kata Seseorang. Rupanya, Riri dan Rira.
“Teman-teman!” kata Rara kaget.
“Oh,oh,oh,oh,oh,oh,oh.. rupanya.. kalian ya?? Semut-semut kecil.. mau apa kalian??” tanya Miss Pauli bangkit dari tempat duduknya.
“Lepaskan saudara kami!” kata Riri.
“Oh tidak bisa!! Kalian harus melawanku dulu..” kata Miss Pauli. Ia komat-kamit mengucapkan kata-kata.
“Kamigaze yatafajalnakamnaytalalalalala!! Kuatkan, badanku!” dan tiba-tiba, Miss Pauli berubah jadi cantik. Tapi ia memiliki kekuatan ajaib! Ia bisa menendang-nendang ketiga anak itu sepuasnya! Ini gawat! Mereka mendekati Rara.
“Rara, ayo! Satukan liontin kita!” kata Rira.
“Hatiyakazabakatazaka, kalekkale yoyoyo.. berubah menjadi satu!” Mereka bertiga sudah berubah menjadi supergirl yang cantik. Mereka memiliki kekuatan masing-masing. Yang harus dirahasiakan. Kalau tidak, kekuatan itu akan hilang. Tali yang mengikat Rara pun putus. Akhirnya, mereka melawan Miss Pauli dengan kekuatan sinar laser mereka.
“Kekuatan penuh!” kata mereka semua. Miss Pauli berubah menjadi kecil-kecil dan kecil.
“AUW!! HANTU MATI KETAWA! SERANG!” kata Miss Pauli. Walaupun sudah berubah jadi kecil, tetap saja, suara Miss Pauli terdengar kencang. Hantu mati ketawa pun menakut-nakuti mereka semua. Hampir saja, Rira mau pingsan. Mereka segera keluar dari rumah yang seram itu. Huuufff..
“Ah.. oh.. hos…hos..” kata Riri yang kecapekan dikejar hantu mati ketawa. Ia meminum es teh nya.
“Capek ya??” tanya Riri.
“Iya nih.. “ kata Rara.
“Alhamdullilah! Kita selamat! Hore! Akhirnya kita bisa tahu siapa Miss Pauli itu siapa, dan hantu mati ketawa” kata Rira.
“Oh ya! Ngomong-ngomong, katamu hantu mati ketawa itu aneh nggak??” tanya Rira.
“ANEH! Pake bedak tebel, lipstik merah tebel,.. pokoknya aneh deh! Semua make up di pakein! Eye shadow lah.. apalah.. pokoknya gitu deh!” kata Rara memakan permen karet.
“Kayak ibu-ibu yang mau kearisan aja! Menor! Semua make updi pakaikan!” kata Riri.
“Jangan-jangan.. yang memakaikan semua make up itu Miss Pauli.. hahahahahaha..” kata Rira sambil tertawa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar